WBANGKALAN, JADIKABAR – Pelaksanaan lomba gerak jalan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Bangkalan pada Minggu (9/8/2026) mendadak banjir kritikan. Acara yang seharusnya sakral dan sarat nilai nasionalisme tersebut dinilai tercoreng oleh aksi tidak pantas yang menjurus pada pornoaksi.
Sorotan tajam ini datang dari aktivis sekaligus pemerhati sosial Bangkalan, Thomas AG. Ia mengecam keras adanya suguhan penampilan peserta yang dinilai menabrak norma kesopanan dan merusak esensi dari perayaan kemerdekaan itu sendiri.
“Saya mengecam keras adanya gerak jalan yang diduga mengandung pornoaksi. Ini sama sekali tidak mencerminkan esensi kemerdekaan! Jangan sampai ajang yang seharusnya membangun semangat nasionalisme justru menampilkan sesuatu yang tidak pantas,”Ujarnya Thomas AG,Senin(10/08/2026)
Menurut Thomas, kebebasan berekspresi dalam ruang publik wajib tunduk pada adat istiadat setempat. Ia mengingatkan para panitia dan peserta bahwa Kabupaten Bangkalan memikul identitas moral yang besar sebagai Kota Zikir, Kota Sholawat, dan daerah santri yang berbasis kultur pesantren kuat.
“Bangkalan ini dikenal sebagai Kota Zikir dan Kota Sholawat. Setiap kegiatan yang digelar di sini wajib hukumnya menghormati karakter, moral, dan budaya masyarakat lokal. Jangan nodai marwah itu,” tegasnya.
Berkaca dari insiden kontroversial ini, Thomas mendesak Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan pihak penyelenggara segera melakukan evaluasi total. Ia menuntut agar konsep hiburan perayaan kemerdekaan dikembalikan pada koridor yang edukatif dan positif, bukan sekadar hura-hura yang menabrak nilai agama.
Sampai berita ini diturunkan, publik menunggu sikap tegas dari pihak panitia dan Pemkab Bangkalan terkait pengawasan regulasi kostum serta koreografi peserta agar panggung kemerdekaan tidak kembali berubah menjadi tontonan yang meresahkan warga. “Tutupnya












