Prabowo Resmikan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih, Bupati Simalungun: Negara Hadir untuk Rakyat

Avatar photo
Prabowo Resmikan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih, Bupati Simalungun: Negara Hadir untuk Rakyat
Foto Artikel Prabowo Resmikan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih, Bupati Simalungun: Negara Hadir untuk Rakyat

SIMALUNGUN, JADIKABAR – Pesan kuat tentang kehadiran negara hingga pelosok kembali ditegaskan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat meresmikan secara daring ribuan infrastruktur kerakyatan berupa 2.500 titik Jembatan Garuda TNI-Polri dan 3.000 titik air bersih TNI AD, Kamis (13/8/2026).w

Peresmian yang dipusatkan dari Istana Negara tersebut diikuti Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari lokasi Jembatan Garuda di Nagori Karang Anyer Huta VI, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Mengusung tema “Negara Hadir Untuk Rakyat”, kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf. Agustri Mukhtadi Rangkuti, Kasrem 022/Pantai Timur Letkol Inf. Binsar Junianto Simanjuntak, jajaran perangkat daerah, TNI-Polri, Forkopimca serta masyarakat.

Dari laporan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, pembangunan jembatan dan fasilitas air bersih terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Secara keseluruhan terdapat 6.240 titik pembangunan yang terdiri atas 3.008 titik jembatan serta 3.232 titik air bersih dan irigasi pertanian.

Dalam peresmian kali ini, sebanyak 1.000 titik diluncurkan secara daring, terdiri atas 700 titik air bersih dan 300 titik fasilitas air untuk persawahan.

Pembangunan Jembatan Garuda juga mencatat progres besar. Sebanyak 2.500 jembatan telah diselesaikan dalam waktu hampir tujuh bulan. Dari total 3.008 titik jembatan yang telah dikerjakan, sebanyak 508 masih dalam tahap pembangunan dan 798 berada di wilayah pascabencana.

Target pembangunan hingga 5.000 titik jembatan diyakini dapat diwujudkan pada tahun ini.

Tak hanya jembatan, pembangunan sarana air bersih juga menunjukkan capaian signifikan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 10.912 titik air bersih telah dibangun. Sebanyak 3.000 titik di antaranya diselesaikan sejak Januari hingga Agustus tahun ini.

Program tersebut juga menjangkau daerah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Salah satunya di Gunung Sitoli, Nias, dengan pengeboran hingga kedalaman 180 meter setelah delapan kali perpindahan lokasi. Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan 231 kepala keluarga.

Di bidang pertanian, pembangunan irigasi telah memberikan dampak besar. Sebanyak 83.150 hektare lahan tadah hujan telah ditingkatkan menjadi lahan yang berpotensi dipanen hingga tiga kali dalam setahun.

Sementara 445 titik irigasi baru tengah dibangun untuk mengairi tambahan 16.970 hektare lahan.

Secara keseluruhan, pembangunan tersebut telah mengubah sekitar 100.120 hektare lahan tadah hujan yang diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 1,5 juta ton gabah per tahun.

Dalam sambutannya secara daring, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI dan Polri yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“TNI dan Polri adalah tentara dan polisi rakyat, lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan memberi yang terbaik untuk rakyat. Tidak ada cita-cita lain, tidak ada kehendak lain, selain berbakti untuk rakyat dan negara,” tegas Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pembangunan harus mampu menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit mendapatkan akses infrastruktur dasar.

Ia pun mengaku bangga terhadap pengabdian jajaran TNI dan Polri dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Saya bangga dan saya hormati pengabdian TNI dan Polri kepada rakyat,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga berdialog secara daring dengan sejumlah masyarakat penerima manfaat dari berbagai daerah. Mereka menyampaikan rasa syukur karena kehadiran jembatan dan fasilitas air bersih telah memberikan perubahan nyata terhadap aktivitas sehari-hari.

Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, mengapresiasi pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda di Nagori Karang Anyer Huta VI memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jembatan dan air bersih ini sangat membantu kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mampu meningkatkan taraf perekonomian warga,” kata Bupati.

Ia juga mengapresiasi sinergi TNI dan Polri dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami juga merasa bangga atas sinergi yang terjalin antara TNI dan Polri dalam turut membangun sarana prasarana demi kesejahteraan rakyat,” sambungnya.

Bagi masyarakat Nagori Karang Anyer Huta VI, keberadaan Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi akses penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi beroperasinya Jembatan Garuda di Nagori Karang Anyer Huta VI.

Peresmian tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan infrastruktur dasar terus diarahkan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah pelosok.

Dengan semangat “Negara Hadir Untuk Rakyat”, pembangunan jembatan, air bersih dan irigasi diharapkan terus diperluas sehingga mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan produktivitas serta mendorong kesejahteraan masyarakat. (AN)

Penulis: AswanEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi