Daerah  

Anton Kuriawan Narapidana Seumur Hidup Meninggal Di Sel Isolasi

Avatar photo
Anton Kuriawan Narapidana Seumur Hidup Meninggal Di Sel Isolasi
Anton Kuriawan Narapidana Seumur Hidup Meninggal Di Sel Isolasi

WONOSOBO, JADIKABAR – Jenazah Anton Kurniawan Stiyanto, seorang narapidana dalam kasus pembunuhan yang ditemukan tewas di sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, rencana akan dipulangkan ke kampung halamannya di Wonosobo, Jawa Tengah, untuk segera dimakamkan oleh pihak  Keluarganya, Senin (01/06/2026).

Mantan anggota polisi yang telah divonis hukuman penjara seumur hidup ini ditemukan telah meregang nyawa pada Sabtu, 30 Mei 2026. Anton sebelumnya dijatuhi hukuman berat setelah terbukti menembak Budiman Arisandi, seorang sopir ekspedisi asal Banjarmasin, di wilayah Kabupaten Katingan pada tahun 2024 silam.

Keluarga almarhum yang berasal dari kampung halaman yang sama, Sugi, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah sepakat untuk memakamkan Anton di Jawa Tengah. Namun, sebelum diberangkatkan, jenazah terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka sementara di Palangka Raya.

“Rencana dikebumikan di Wonosobo Jawa Tengah, ini (jenazah akan) di bawa ke rumah duka (sementara) di Jalan Pasir Blok A1 Lingkar Luar Panjang Palangka Raya,” ujar Sugi usai autopsi almarhum di RS Bhayangkara, Palangka Raya, Minggu, 31, Mei 2026.

Sugi menambahkan bahwa pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut pada malam hari sebelum mereka langsung mendatangi rumah sakit.

“Kami dapat kabar tadi malam, ketemunya (almarhum) langsung di sini (RS Bhayangkara),” Jelasnya.

Sampai saat ini, penyebab pasti kematian mantan polisi tersebut masih menjadi misteri. Pihak keluarga sepakat melakukan autopsi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kematian Anton di dalam sel isolasi tersebut.

Saat ditanyakan mengenai informasi awal dari tim dokter, Sugi menjelaskan bahwa proses medis masih berjalan dan membutuhkan waktu karena pengujian sampel dilakukan di luar provinsi.

“Sementara kami masih menunggu, hasil autopsinya. (Tim medis) masih mengirimkan hasil sampelnya ke Labfor Banjarmasin. Kita masih menunggu keterangan resminya dari sana,” Ucap Sugi.

Dari pihak keluarga menegaskan bahwa langkah autopsi tersebut diambil demi transparansi dan kejelasan hukum terkait kematian almarhum.

“Iya itu salah satu tujuan kita autopsi,” pungkasnya.

Penulis: TofanEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi