Dari Lumpur Menjadi Lancar, DPUBMSDA Sidoarjo Rawat Nadi Kehidupan di Sungai Kedungrawan

Avatar photo
Dari Lumpur Menjadi Lancar, DPUBMSDA Sidoarjo Rawat Nadi Kehidupan di Sungai Kedungrawan
Foto Istimewa Dari Lumpur Menjadi Lancar, DPUBMSDA Sidoarjo Rawat Nadi Kehidupan di Sungai Kedungrawan

SIDOARJO, JADIKABAR.COM – Sungai bukan sekadar aliran air yang membelah perkampungan. Ia adalah urat nadi kehidupan yang menghidupi lingkungan, menopang aktivitas masyarakat, sekaligus menjadi benteng alami dalam mengendalikan banjir. Kesadaran itulah yang terus dijaga Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui langkah nyata normalisasi sungai yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kali ini, perhatian tertuju pada aliran sungai di Desa Kedungrawan, Kecamatan Candi, tempat Tim Satgas Normalisasi Sungai dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat melakukan pembersihan dan penataan aliran sungai.

Deru alat berat terdengar sejak pagi. Sedimentasi lumpur yang selama ini mengendap di dasar sungai dikeruk secara bertahap. Di saat yang sama, hamparan enceng gondok yang menutupi sebagian badan sungai juga dibersihkan agar aliran air dapat kembali mengalir tanpa hambatan.

Pemandangan yang sebelumnya dipenuhi endapan lumpur dan vegetasi liar perlahan berubah. Sungai tampak lebih terbuka, bersih, dan tertata. Air dapat mengalir lebih lancar, sementara fungsi sungai sebagai saluran pengendali banjir kembali diperkuat.

Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Makhmud SH MM, mengatakan bahwa normalisasi sungai merupakan bagian dari program rutin yang terus dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Kegiatan ini merupakan simbol kecekatan dan kesigapan Tim Satgas kami. Tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga normalisasi dan pembersihan sungai yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Tim bergerak dari satu wilayah sungai pedesaan ke wilayah lainnya guna memastikan aliran air tetap berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pengelolaan sungai tidak hanya berasal dari sedimentasi alami, tetapi juga dari perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke aliran sungai. Karena itu, keberhasilan menjaga sungai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Makhmud mengajak warga untuk menjadikan sungai sebagai bagian dari lingkungan yang harus dijaga bersama, bukan sekadar tempat pembuangan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah ke sungai. Kebersihan lingkungan merupakan cerminan kehidupan yang sehat, nyaman, dan berkualitas. Dengan lingkungan yang bersih, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri,” tuturnya.

Di tengah tantangan perubahan cuaca dan meningkatnya kebutuhan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, normalisasi sungai menjadi langkah strategis yang tidak hanya berfungsi mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat.

Bagi Kabupaten Sidoarjo yang memiliki jaringan sungai cukup luas, menjaga kelancaran aliran air berarti menjaga aktivitas ekonomi, pertanian, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.

Melalui program normalisasi yang dilakukan secara rutin, DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo berharap seluruh sungai di wilayahnya tetap terawat, terbebas dari sedimentasi maupun sampah, sehingga mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagai penopang lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis: Sulton Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi