Hujan Deras Selama 2 jam Menyebabkan Banjir Merendam Rumah Warga

Avatar photo
Keterangan Foto: (Salah Satu Rumah Warga di Kelurahan Penyuken Yang Terdampak Banjir)

CIREBON, JADIKABAR.COM – Hujan dengan intensitas sangat tinggi kembali menyebabkan banjir merendam permukiman warga di Rw 05 penyuken Kecamatan Harjamukti , Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, dan kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman banjir musiman.

Bencana banjir kembali terjadi dan menggenangi sejumlah rumah warga Rw 05 Penyuken. Air masuk ke dalam rumah-rumah penduduk dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa di beberapa titik.

Banjir tersebut berdampak langsung pada warga Penyuken, khususnya yang bermukim di wilayah dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai serta saluran air. Warga menjadi pihak paling dirugikan akibat banjir yang terus berulang setiap musim hujan.

Peristiwa banjir terjadi pada Senin , 18 Mei 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah Cirebon selama beberapa jam tanpa henti.

Lokasi banjir berada di 05 Penyuken , Kecamatan Harjamukti , Keluraha Harjamukti, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan banjir saat curah hujan tinggi.

Banjir diduga kuat terjadi akibat curah hujan ekstrem yang tidak diimbangi dengan sistem drainase dan aliran air yang memadai. Warga menilai kondisi saluran air yang sempit, dangkal, serta kurangnya normalisasi sungai menjadi penyebab utama air meluap dan menggenangi permukiman. Selain itu, hingga kini belum terlihat adanya solusi jangka panjang dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh.

“Setiap hujan deras pasti banjir. Seolah-olah tidak ada perubahan dari tahun ke tahun. Kami sudah lelah,” keluh salah seorang warga terdampak. Ucapnya

Air dengan cepat naik dan masuk ke rumah-rumah warga. Sejumlah perabotan rumah tangga terendam, terpaksa mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan lebih parah. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian material diperkirakan cukup besar.

Warga menyayangkan lambannya penanganan banjir yang selama ini terkesan hanya bersifat sementara. Mereka berharap Pemerintah Kota Cirebon dan instansi terkait segera turun langsung ke lapangan, tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga merealisasikan langkah konkret seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta penataan lingkungan.

“Kami tidak butuh janji, kami butuh bukti. Jangan sampai banjir ini terus dianggap sebagai hal biasa,” tegas warga lainnya. Imbuhnya. (MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi