JADIKABAR.COM Waru, Sidoarjo – Kontestasi demokrasi tingkat desa di Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, akhirnya menemukan pemenangnya. Setelah melalui proses pemungutan suara dan rekapitulasi di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), Khoirun Nasirin, SH yang maju dengan nomor urut 02 berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kepuhkiriman 2026.

Berdasarkan data rekapitulasi hasil perolehan suara dari lapangan, Khoirun Nasirin berhasil mengumpulkan 3.353 suara atau setara 48,34 persen, unggul atas dua kandidat lainnya dalam pertarungan Pilkades yang berlangsung ketat.
Sementara itu, SarenGat (nomor urut 03) memperoleh 2.665 suara atau 38,42 persen, sedangkan Ir. Diah Novianti, MA (nomor urut 01) meraih 919 suara atau 13,25 persen.
Dengan hasil tersebut, Khoirun Nasirin menjadi kandidat dengan dukungan suara tertinggi dari masyarakat Kepuhkiriman.
Pilkades kali ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 12.276 pemilih, tercatat 6.937 pemilih menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi desa tersebut.
Kemenangan Khoirun Nasirin menjadi penanda berakhirnya pertarungan demokrasi desa yang sebelumnya berlangsung dinamis. Sejak awal tahapan Pilkades, seluruh calon telah mengikuti deklarasi damai dan menandatangani komitmen untuk taat aturan, menjaga kondusivitas, serta mengendalikan pendukung masing-masing, sebagaimana disampaikan dalam forum yang juga dihadiri unsur pemerintah kecamatan.
Dalam kesempatan sebelumnya, Camat Waru juga mengingatkan seluruh panitia untuk terus memperkuat koordinasi agar pelaksanaan Pilkades berjalan sukses, tertib, aman, dan lancar.
Kini, setelah suara rakyat berbicara lewat kotak suara, hasil rekapitulasi menunjukkan Khoirun Nasirin mendapat kepercayaan terbesar dari warga Kepuhkiriman untuk memimpin desa ke depan.
Kemenangan ini sekaligus menjadi babak baru bagi perjalanan demokrasi di tingkat desa, di mana harapan masyarakat kini tertumpu pada pemimpin terpilih untuk membawa perubahan, pembangunan, serta menjaga amanah yang telah diberikan oleh warga.
Di tengah dinamika kontestasi, Pilkades Kepuhkiriman menjadi bukti bahwa demokrasi desa tetap berjalan melalui mekanisme pilihan rakyat, dengan semangat kompetisi yang diharapkan tetap menjaga persatuan masyarakat pasca pemilihan.
Dengan hasil akhir ini, masyarakat Kepuhkiriman kini menantikan tahapan selanjutnya hingga penetapan resmi sesuai mekanisme yang berlaku.












