Daerah  

Malang Kejar Target Jadi Model Nasional Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo
Malang Kejar Target Jadi Model Nasional Program Makan Bergizi Gratis
Malang Kejar Target Jadi Model Nasional Program Makan Bergizi Gratis

MALANG, JADIKABAR – Pemerintah Kabupaten Malang tancap gas dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) Yayasan Peduli Berkah Nusantara di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Jumat (15/5/2026.

Bupati Malang, H. Sanusi, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari target besar pemenuhan gizi bagi ratusan ribu penerima manfaat di wilayahnya.

“Total ada 507.000 sekian penerima manfaat di Kabupaten Malang yang akan dilayani. Saat ini progress-nya sudah mencapai hampir 90 persen,” ujar Sanusi.

Sanusi menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dalam penyajian makanan. Ia tidak ingin kasus makanan basi atau buah mentah yang sempat viral di media sosial terjadi di Kabupaten Malang. Untuk menjamin keamanan pangan, ia menginstruksikan adanya sistem uji rasa oleh petugas sebelum makanan didistribusikan ke siswa.

“Petugas SPPG harus mencoba makanannya dulu untuk memastikan tidak ada masalah. Kalau ada apa-apa, biar petugasnya dulu yang tahu. Kita harus buktikan menu di sini sehat dan layak,” tegas Sanusi.

Lebih lanjut, Sanusi menargetkan SPPG di Turen ini mampu melampaui prestasi SPPG di wilayah Pakis yang saat ini menyandang predikat terbaik kedua nasional. Ia meminta Dinas Kesehatan untuk terus memantau pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di setiap titik dapur.

Sementara itu, Pembina Yayasan Peduli Berkah Nusantara, Muhammad Zidane, memastikan bahwa pihaknya fokus pada aspek kebersihan dan transparansi. Salah satu inovasi yang disiapkan adalah penggunaan aplikasi dan grup koordinasi dengan penerima manfaat.

“Kami mengutamakan kebersihan agar SPPG ini optimal dan mencegah faktor keracunan. Persyaratan administrasi seperti SLHS juga sudah hampir lengkap,” ujar Zidane.

Zidane menjelaskan bahwa melalui sistem koordinasi tersebut, orang tua atau penerima manfaat dapat memantau menu harian melalui video, bahkan bisa mengajukan permintaan menu jika terdapat ketidakcocokan.

Program MBG di Kabupaten Malang ini nantinya menyasar kelompok rentan mulai dari balita, siswa sekolah tingkat dasar hingga menengah, ibu menyusui, hingga lansia. Dengan pengawasan ketat dari Satgas MBG yang melibatkan unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah, Kabupaten Malang berambisi menjadi percontohan SPPG terbaik di Indonesia.

Penulis: TFEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi