Daerah  

Perkuat Demokrasi dari Generasi Muda, Bawaslu Simalungun Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026

Avatar photo
Perkuat Demokrasi dari Generasi Muda, Bawaslu Simalungun Gelar Pendidikan Pengawas.

SIMALUNGUN, JadiKabar. Com– Komitmen membangun demokrasi yang berkualitas terus diperkuat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Simalungun melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Simalungun, Selasa (9/6/2026), menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami pentingnya peran masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun, Adillah Feruari Purba, didampingi jajaran anggota Bawaslu, yakni Eles Januari Sinaga, Diamanson Purba, Surya Indra Ariawan, dan Charles Munthe, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Simalungun, Irwan Harahap.

Peserta yang mengikuti program ini berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA, mahasiswa, serta berbagai organisasi kepemudaan di Kabupaten Simalungun. Mereka dipilih karena dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus penggerak kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.

Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, para peserta dibekali berbagai pengetahuan mengenai sistem kepemiluan, fungsi dan kewenangan pengawasan, tata cara pelaporan dugaan pelanggaran, hingga langkah-langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran pemilu dan pemilihan.

Materi disampaikan secara langsung oleh pimpinan Bawaslu Kabupaten Simalungun sebagai narasumber utama, didukung para kepala subbagian dan staf sekretariat yang bertindak sebagai fasilitator selama kegiatan berlangsung.

Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun, Adillah Feruari Purba, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Menurutnya, semakin luas partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan, maka semakin besar peluang terciptanya pemilu yang bersih, transparan, dan berintegritas.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi semua pihak. Kehadiran masyarakat dalam melakukan pengawasan menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan menjaga kualitas pemilu,” ujar Adillah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi yang interaktif dan sesi tanya jawab memberi kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam berbagai persoalan kepemiluan yang sering muncul di tengah masyarakat.

Semangat para peserta menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap masa depan demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Simalungun. Bawaslu menilai keterlibatan pemilih pemula dan kalangan mahasiswa sangat penting untuk membangun budaya pengawasan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Simalungun berharap lahir lebih banyak pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan semangat kolaborasi dan pengawasan yang kuat, Bawaslu Kabupaten Simalungun terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mewujudkan pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.

“Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” menjadi pesan yang terus digaungkan sebagai wujud komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi di Tanoh Habonaron Do Bona.

Penulis: Aswan NasutionEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi