Berita  

Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Kantor Grab, Tolak Biaya “Program Hemat”

Avatar photo

​​JAKARTA, JADIKABAR.COM – Ratusan Pengemudi Ojek Online (ojol) yang tergabung dalam KOALISI OJOL NASIONAL (KON) memadati kawasan Gedung South Quarter, Jl. RA Kartini, Cilandak, Jakarta Selatan, siang ini, Rabu (29/4/2026). Massa menyampaikan tuntutan keras di depan Kantor Pusat Grab Indonesia terkait kebijakan skema berbayar pada program layanan hemat.

​Pemandangan berbeda terlihat dalam aksi kali ini. Massa tidak langsung menyerbu titik lokasi dengan berkendara. Sejak pukul 13.00 WIB, para peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di titik temu Lampu Merah Fatmawati.

​Sebagai bentuk keprihatinan dan simbol matinya pendapatan driver akibat potongan biaya, ratusan driver melakukan aksi mendorong sepeda motor mereka dari simpang Fatmawati menuju Gedung South Quarter. Aksi jalan kaki sambil menuntun kendaraan ini menjadi pesan kuat bahwa beban operasional saat ini sudah di luar batas kemampuan mereka.

​Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional (KON) sekaligus Koordinator Aksi, Andi Kristiyanto, menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh kebijakan skema berlangganan pada Program Bike Hemat.

​”Kami tidak menolak Program Bike Hemat-nya, tapi kami menolak keras sistem yang mengharuskan kami membayar sampai Rp20.000 per hari hanya untuk berlangganan program tersebut. Ini sangat memberatkan rekan-rekan di lapangan,” ujar Andi Kristiyanto di sela-sela aksi.

​Berikut adalah tiga poin utama yang menjadi tuntutan massa:

1. ​Bukan Menolak “Bike Hemat”: Driver tetap mendukung adanya layanan yang kompetitif bagi pelanggan agar ekosistem tetap berjalan.

2. ​Menolak Sistem Berbayar: Driver keberatan dengan keharusan membayar biaya langganan hingga Rp20.000 per hari agar akun mereka bisa mendapatkan orderan dari program hemat tersebut.

3. ​Beban Operasional: Biaya harian ini dianggap memotong pendapatan bersih driver secara signifikan di tengah persaingan yang ketat dan kenaikan biaya perawatan kendaraan.

​Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas di sekitar Jl. RA Kartini mengalami perlambatan akibat banyaknya kendaraan roda dua yang terparkir di bahu jalan setelah melakukan long march. Meski dipenuhi massa yang emosional, aksi berlangsung cukup kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Jakarta Selatan dan keamanan stempat.

​Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi masih mengupayakan mediasi dengan pihak manajemen Grab untuk mencari titik temu terkait skema potongan harian tersebut. Para driver mengancam akan tetap bertahan di depan gedung hingga ada kejelasan atau revisi aturan dari pihak aplikator. (RF)

Lokasi: Gedung South Quarter, Jakarta Selatan

Penulis: RismayanaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi