​Ribuan Massa Geruduk Senayan, Gelar Aksi Damai Dukung Ekonomi Kerakyatan dan Tuntut Keadilan Buruh

Avatar photo
Keterangan Foto: (Ribuan Massa Ojol Padati Senayan Tuntut Ekonomi Rakyat dan Keadilan Buruh)

​​Jakarta, Jadikabar.com – Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, tepatnya di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda dari depan gedung TVRI hingga Senayan Park (SPARK), dipadati oleh ribuan elemen masyarakat yang menggelar aksi damai pada Rabu (20/5) pagi.

​Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh berbagai aliansi besar, mulai dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Tani Merdeka Indonesia, Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA), kelompok mahasiswa (LMND, SRMI, SEMMI), serikat buruh (FSPPM, F-SP Global Indonesia), hingga komunitas ojek online yang tergabung dalam SPEED (Serikat Pengemudi Daring).

​Satu Suara Dukung Presiden Prabowo Tegakkan Ekonomi Kerakyatan

​Dalam aksi tersebut, Tani Merdeka Indonesia dan APPSI secara terbuka menyatakan maklumat dukungan terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Di bawah komando Koordinator Aksi, Zulkarnaini, mereka mendesak agar implementasi Pasal 33 UUD 1945 benar-benar ditegakkan demi kesejahteraan rakyat kecil.
​”Ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan kelompok besar atau segelintir orang. Petani, pedagang pasar, nelayan, UMKM, dan masyarakat kecil harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Zulkarnaini saat membacakan pernyataan sikap.

​Terdapat empat poin utama yang diserukan oleh kelompok pendukung ekonomi kerakyatan ini:
1. ​Sistem Ekonomi Kekeluargaan: Mendesak negara hadir untuk menjaga keadilan dan melindungi masyarakat kecil dari dominasi kapitalisme.
2. ​Lawan Serakahnomics: Mendukung penuh langkah pemerintah dalam memberantas praktik monopoli, kartel, dan permainan harga yang mencekik petani serta pedagang.
3. ​Penguatan Koperasi & Desa: Menuntut penguatan koperasi sebagai pilar utama modal dan akses pasar bagi masyarakat bawah.
4. ​Keberpihakan Nyata: Meminta kepastian stabilitas harga hasil tani dan perbaikan jalur distribusi pangan nasional.
​Sejumlah spanduk bertuliskan “TEGAKKAN PASAL 33 UUD 1945” tampak membentang di tengah-tengah massa aksi.

​Suara Kritis KPBI: Soroti Permenaker, Union Busting, dan Kasus PT Amos Indah Indonesia

(Ribuan Ojol Padati Senayan)

​Di sisi lain, gelombang massa dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) turut mewarnai aksi dengan membawa tuntutan yang lebih kritis dan spesifik terkait kesejahteraan pekerja.
​KPBI membawa spanduk raksasa bertuliskan “KEBANGKITAN KAUM BURUH MELAWAN UNION BUSTING, OUTSOURCING, SERTA HILIRISASI YANG BERKEADILAN”. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret atas lima tuntutan berikut:
1. ​Hentikan Union Busting: Tegakkan hukum pidana bagi pengusaha yang memberangus serikat pekerja sesuai UU No. 21 Tahun 2000.​
2. Cabut Permenaker No. 7 Tahun 2026: Menolak aturan terkait pekerjaan alih daya (outsourcing) demi menjamin kepastian kerja buruh.
3. ​Nasionalisasi Hilirisasi Industri: Menuntut BUMN/MIND ID memegang kendali utama atas seluruh proyek hilirisasi mineral dan energi, bukan sekadar menjadi pelengkap modal asing.
4. ​Hentikan Insentif Pemodal: Meminta pemerintah mencabut fasilitas tax holiday atau subsidi bagi korporasi swasta asing, dan dialihkan untuk riset mandiri serta infrastruktur publik.
5. ​Membangun Industrialisasi Nasional: Menciptakan lapangan kerja yang layak dengan upah adil dan kepastian kerja.

​Jeritan Buruh PT Amos Indah Indonesia

​Aksi KPBI ini juga menjadi panggung solidaritas bagi nasib malang yang menimpa para pekerja di sektor riil. Sejumlah poster bernada pilu dibawa oleh massa aksi, menuntut keadilan atas kasus PHK sepihak yang menimpa 133 buruh PT Amos Indah Indonesia.
​”Upah ditahan, kami tak bisa bayar kontrakan”
“BPJS kami dinonaktifkan, tidak bisa berobat”
“Sudah 3 bulan kami hidup tanpa upah”, dll tulis pesan di poster-poster tersebut.

​Lalin Arah DPR Lumpuh, Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

​Banyaknya massa yang turun ke jalan berdampak signifikan pada situasi lalu lintas di sekitar Senayan. Arus kendaraan yang menuju ke arah Gedung DPR RI dilaporkan lumpuh total selama aksi berlangsung. Sementara itu, jalur yang mengarah ke kawasan Gelora Bung Karno (GBK) juga terpantau padat merayap oleh volume kendaraan dan massa aksi.
​Guna memastikan situasi tetap kondusif, pihak kepolisian menurunkan pengamanan ketat. Ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan TNI dikerahkan di berbagai titik strategis di sepanjang lokasi unjuk rasa untuk mengawal jalannya aksi damai ini agar terhindar dari potensi provokasi.

​Membubarkan Diri Usai Rombongan Presiden Melintas

​Aksi berjalan dengan sangat tertib dan kondusif hingga siang hari. Massa dari berbagai elemen ini akhirnya mulai membubarkan diri secara teratur pada pukul 13.30 WIB.
​Momentum pembubaran massa terjadi sesaat setelah rombongan mobil Presiden Prabowo Subianto melintas di area lokasi aksi. Saat iring-iringan kendaraan dinas kepala negara lewat, tampak pengamanan ekstra ketat diterapkan oleh jajaran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Setelah rombongan melintas, para peserta aksi berangsur-angsur meninggalkan lokasi dengan tertib, dan arus lalu lintas perlahan mulai kembali normal. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi