Tantang Perlawanan Balik, Pernyataan Kontroversial Ketua PGRI Bangkalan Memicu Reaksi Keras LSM

Avatar photo
Keterangan Foto: (Ketua LSM Khabertana)

BANGKALAN, JADIKABAR.COM – Pernyataan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangkalan, Abdul Munib, dalam sebuah forum resmi yang dinilai menyudutkan insan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memicu reaksi keras. Salah satu tanggapan tegas datang dari Ketua LSM Khabertana, Dossalam, yang meminta pimpinan organisasi profesi guru tersebut untuk lebih menjaga etika komunikasi di ruang publik.

Dossalam menyatakan bahwa seorang pejabat atau tokoh publik seperti Ketua PGRI seharusnya menunjukkan sikap yang lebih santun, baik dalam nada bicara maupun penyampaian pendapat. Menurutnya, narasi yang bersifat menyerang justru akan memicu gelombang perlawanan balik dari kelompok masyarakat sipil.

“Sebenarnya Ketua PGRI Bangkalan, Munib, itu harus lebih sedikit sopan dalam nada ataupun penyampaiannya. Sebab, dengan adanya pernyataan seperti yang diucapkan Ketua PGRI, kita bukannya tambah kendor, malah semakin ingin menyerang,” ujar Dossalam kepada awak media.

Menegaskan Fungsi Kontrol Sosial
Dossalam menekankan bahwa media dan LSM bergerak murni sebagai instrumen kontrol sosial demi transparansi publik. Pihaknya mengaku tidak memiliki kepentingan jabatan ataupun niat menjatuhkan jika tata kelola organisasi di lingkungan pendidikan sudah berjalan dengan benar.

Ia menjelaskan bahwa kritik atau langkah konfirmasi yang dilakukan oleh LSM dan media merupakan respons wajar terhadap adanya isu-isu miring yang berkembang di masyarakat, seperti persoalan penarikan iuran.

“Kita ini apa? Kita hanya sebagai kontrol sosial, kita tidak punya jabatan. Lagian, kalau memang kinerja dari rekan-rekan yang tergabung di PGRI itu benar, kita tidak akan melakukan langkah apapun. Karena ada pemberitaan miring, baik terkait iuran atau apapun itu, kami bersuara hanya untuk konfirmasi. Itu saja,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Dossalam mendesak agar kegaduhan komunikasi seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia berharap insiden ini menjadi yang terakhir kalinya agar hubungan kemitraan antara elemen masyarakat sipil dan instansi pemerintahan di Kabupaten Bangkalan tetap terjaga kondusif.

“Kami berharap ini yang terakhir kali ada pernyataan seperti itu, terutama bagi Ketua PGRI Cabang Bangkalan. Kami mohon jangan ada lagi pernyataan serupa. Tujuannya tidak lain agar antara media, LSM, dan dinas-dinas yang ada di Kabupaten Bangkalan ini bisa bersinergi dengan baik. Itu saja harapan dari kami,”Pungkas Ketua LSM Khabertana. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi