SIMALUNGUN, JADIKABAR | Upaya mengatasi banjir di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Simalungun kini tidak hanya berkonsentrasi pada pemulihan pascabanjir, tetapi mulai membenahi sistem pengendalian air untuk mencegah bencana serupa kembali terjadi.
Salah satu langkah penting dilakukan dengan mengaktifkan kembali Pintu Air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I, yang telah sekitar enam tahun tidak berfungsi. Pintu air yang dibangun sejak 1912 tersebut berada di bagian hilir Sungai Bahsikkam dan dinilai memiliki peran penting dalam pengaturan aliran air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan pengaktifan kembali pintu air menjadi bagian dari strategi pemerintah menangani persoalan banjir dari hulunya.
Menurut Budiman, pemerintah tidak ingin penanganan berhenti setelah banjir surut. Infrastruktur pengendali air yang selama ini tidak berfungsi harus kembali dioptimalkan agar debit air dapat dikendalikan dengan lebih baik.
“Pemkab Simalungun sangat serius melakukan langkah pencegahan, salah satunya dengan mengaktifkan kembali Pintu Air Bahbolon yang sudah lama mati,” ujar Budiman.
Untuk membuka kembali akses pintu air yang mengalami kendala teknis tersebut, pemerintah mendatangkan alat berat. Setelah pintu air kembali berfungsi, langkah berikutnya adalah melakukan pengerukan endapan yang telah menumpuk cukup tebal.
“Setelah pintu air dapat berfungsi kembali, kita akan lanjutkan dengan pengerukan endapan yang cukup tebal di sana. Dengan demikian, aliran air di kawasan ini diharapkan lebih terkendali dan risiko genangan dapat berkurang,” jelasnya.
Bersamaan dengan upaya menghidupkan kembali Pintu Air Bahbolon, Pemkab Simalungun juga melakukan normalisasi Sungai Pondok Pelita di Nagori Dolok Merangir I, Kamis (13/8/2026).
Pengerukan dilakukan untuk mengangkat material sedimentasi berupa pasir yang menumpuk di sepanjang aliran sungai. Langkah tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi penyumbatan ketika debit sungai meningkat.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, menyebut normalisasi tersebut merupakan bagian dari penanganan pascabanjir sekaligus upaya mengurangi risiko banjir berikutnya.
Namun, bagi Budiman, pekerjaan tersebut tidak cukup jika hanya dilakukan sekali. Menurutnya, sistem pengendalian banjir membutuhkan penanganan berkelanjutan dan koordinasi antara pemerintah, dunia usaha, aparat serta masyarakat.
“Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar terwujud solusi yang efektif dan berkelanjutan. Kita tidak ingin masyarakat terus dihantui ancaman banjir setiap musim hujan,” tegas Budiman.
Ia memastikan seluruh perkembangan penanganan akan terus dipantau dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.
Langkah BPBD bersama perangkat daerah tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan banjir Serbelawan tidak hanya ditangani dari sisi dampaknya, tetapi mulai diarahkan pada pembenahan sistem pengendalian air.
Dengan normalisasi Sungai Pondok Pelita dan rencana pengaktifan kembali Pintu Air Bahbolon, Pemkab Simalungun berharap aliran air dapat lebih terkendali sehingga ancaman genangan di kawasan Pasar Bawah dan sekitarnya dapat ditekan.
Budiman menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Penanganan banjir harus bergerak dari sekadar respons darurat menuju langkah pencegahan yang terencana dan berkesinambungan. (AN)












