Siapa Sebenarnya Penemu PLTS? Ternyata Bukan Teknologi Baru, Ini Sejarah Lengkapnya

Avatar photo
Siapa Sebenarnya Penemu PLTS? Ternyata Bukan Teknologi Baru, Ini Sejarah Lengkapnya
Alexandre Edmond Becquerel, ilmuwan Prancis yang menemukan efek fotovoltaik pada tahun 1839.

Jadikabar.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kini menjadi salah satu solusi energi masa depan yang paling banyak dibicarakan. Dari rumah tangga hingga proyek raksasa nasional, panel surya mulai dipasang di mana-mana. Namun, banyak orang masih bertanya: siapa sebenarnya penemu PLTS?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana satu nama.

PLTS bukanlah teknologi yang ditemukan oleh satu orang dalam satu malam. Teknologi ini lahir dari perjalanan panjang ilmu pengetahuan selama ratusan tahun, mulai dari penemuan efek cahaya hingga terciptanya panel surya modern yang kita gunakan saat ini.

Awal Mula: Efek Fotovoltaik Ditemukan Tahun 1839

Sejarah PLTS dimulai pada tahun 1839 ketika seorang ilmuwan asal Prancis bernama Alexandre Edmond Becquerel menemukan fenomena yang disebut efek fotovoltaik.

Saat itu, Becquerel menemukan bahwa beberapa material tertentu dapat menghasilkan listrik ketika terkena cahaya matahari. Penemuan inilah yang menjadi dasar utama teknologi panel surya hingga sekarang.

Karena temuannya tersebut, Becquerel sering disebut sebagai “Bapak Energi Surya Modern”.

Panel Surya Pertama Diciptakan Tahun 1883

Setelah penemuan efek fotovoltaik, perkembangan terus berlanjut. Pada tahun 1883, seorang penemu asal Amerika Serikat bernama Charles Fritts berhasil membuat sel surya pertama di dunia.

Ia menggunakan lapisan selenium yang dilapisi emas tipis untuk menghasilkan listrik dari sinar matahari. Meski efisiensinya masih sangat rendah, penemuan ini menjadi tonggak awal lahirnya panel surya.

Revolusi Besar Terjadi Tahun 1954

Perkembangan terbesar terjadi pada tahun 1954 ketika para ilmuwan dari Bell Laboratories di Amerika Serikat berhasil menciptakan panel surya berbasis silikon pertama yang jauh lebih efisien.

Tiga nama penting dalam penemuan ini adalah:

  • Daryl Chapin
  • Calvin Fuller
  • Gerald Pearson

Mereka berhasil menciptakan sel surya modern yang mampu mengubah sinar matahari menjadi listrik dengan efisiensi yang cukup tinggi untuk digunakan secara praktis.

Inilah yang kemudian menjadi dasar teknologi panel surya modern yang dipakai di seluruh dunia hingga saat ini.

Kapan Indonesia Mulai Menggunakan PLTS?

Di Indonesia, pemanfaatan energi surya mulai dikenal sejak era 1980-an, terutama untuk daerah terpencil yang belum terjangkau listrik PLN.

Namun, pengembangan besar-besaran baru mulai serius dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih dan target pengurangan emisi karbon.

Kini, pemerintah bahkan menargetkan proyek PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) sebagai bagian dari transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau.

Mengapa PLTS Jadi Sangat Penting?

Karena matahari adalah sumber energi yang tidak akan habis.

Berbeda dengan batu bara, minyak bumi, atau gas yang suatu saat bisa habis, energi matahari tersedia setiap hari dan gratis. Selain itu, PLTS juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi besar.

Inilah alasan mengapa banyak negara berlomba-lomba mengembangkan energi surya, termasuk Indonesia.

Jadi, Siapa Penemu PLTS?

Jika ditanya satu nama, maka Alexandre Edmond Becquerel adalah tokoh paling awal yang menjadi dasar lahirnya PLTS karena menemukan efek fotovoltaik.

Namun jika berbicara soal panel surya modern seperti yang digunakan sekarang, maka kontribusi besar datang dari ilmuwan Bell Labs: Daryl Chapin, Calvin Fuller, dan Gerald Pearson.

Artinya, PLTS adalah hasil karya banyak ilmuwan lintas zaman, bukan hanya satu penemu.

Matahari yang Dulu Dianggap Biasa, Kini Jadi Masa Depan Dunia

Dulu, sinar matahari hanya dianggap sumber panas. Kini, cahaya yang sama menjadi harapan besar bagi masa depan energi dunia.

PLTS bukan sekadar teknologi canggih, tetapi simbol perubahan besar menuju energi bersih, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

Dan semua itu berawal dari satu pertanyaan sederhana ratusan tahun lalu:

bisakah cahaya matahari menghasilkan listrik?

Hari ini, jawabannya sudah sangat jelas bisa, dan bahkan bisa mengubah dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi