Lumajang, JadiKabar. Com– Pengelola Destinasi Wisata Tumpak Sewu terus memperkuat komitmennya menghadirkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan pesona alam, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tumpak Sewu Bersholawat yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara pengelola, masyarakat, pelaku UMKM, dan wisatawan. Pengelola menilai keberhasilan sebuah destinasi wisata harus diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.
Sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia yang telah dikenal wisatawan mancanegara, Tumpak Sewu terus mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan. Selain menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas layanan, pengelola juga mendorong penguatan aspek sosial, ekonomi, dan nilai-nilai keagamaan.
Program santunan dan sholawat bersama menjadi wujud rasa syukur atas perkembangan destinasi wisata sekaligus bentuk kepedulian kepada masyarakat yang selama ini turut mendukung kemajuan kawasan wisata tersebut.
Langkah ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan destinasi wisata yang ramah lingkungan, inklusif, serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.
Di sisi lain, pengelola mulai memperkuat konsep wisata ramah muslim melalui berbagai program pendukung. Salah satunya dengan memfasilitasi sertifikasi halal secara gratis bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan Tumpak Sewu. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk lokal sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Beragam kegiatan keagamaan juga rutin digelar sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Selain sholawat bersama, pengelola berencana terus menghadirkan kegiatan sosial dan religi sebagai bagian dari pembinaan karakter serta penguatan nilai kebersamaan di kawasan wisata.
Ketua Pengelola Destinasi Wisata Tumpak Sewu, Abdul Karim, mengatakan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat luas.
“Keindahan alam saja tidak cukup. Destinasi wisata harus mampu menghadirkan keberkahan melalui kepedulian sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kebersamaan. Karena itu kami ingin Tumpak Sewu terus berkembang sekaligus membawa manfaat bagi warga sekitar,” ujarnya.
Menurut Abdul Karim, pihaknya juga berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelayanan, pemberdayaan UMKM, serta penyediaan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim.
Ia berharap Tumpak Sewu tidak hanya dikenal karena panorama air terjunnya yang memukau, tetapi juga menjadi contoh destinasi wisata yang mengedepankan kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui berbagai program tersebut, Pengelola Destinasi Wisata Tumpak Sewu optimistis kawasan wisata ini akan terus berkembang sebagai ikon pariwisata nasional yang mampu memadukan keindahan alam, nilai budaya, kepedulian sosial, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.












