Timbul Kegaduhan di Tingkat Kader, Dugaan Pelanggaran Organisasi Desi Prakasiwi Jadi Sorotan

Avatar photo
Aktivitas suami anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi PDI Perjuangan, Desi Prakasiwi, menjadi sorotan.

BANYUWANGI, JADIKABAR.COM – Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi tengah diterpa polemik terkait dugaan pelanggaran disiplin dan aturan organisasi yang melibatkan salah satu anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Desi Prakasiwi. Langkah politik yang melibatkan keluarga intinya disinyalir memicu kegaduhan di kalangan kader dan simpatisan partai tingkat daerah.

​Sesuai ketentuan internal organisasi PDI Perjuangan, setiap kader terikat pada aturan disiplin yang mewajibkan keharmonisan garis politik dalam keluarga inti. Adanya indikasi perbedaan arah dukungan politik keluarga inti kader dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap garis komando dan AD/ART partai.

​Secara historis, PDI Perjuangan menerapkan asas disiplin ketat terkait asas satu jalur politik bagi keluarga inti para kadernya. Kebijakan ini diterapkan guna menjaga soliditas, integritas, serta mencegah terjadinya loyalitas ganda dalam tubuh organisasi, terutama yang melibatkan pejabat publik dari unsur fraksi.

​Dalam aturan partai, kader yang keluarga intinya menunjukkan dukungan terbuka kepada figur atau saluran politik luar partai berpotensi menghadapi sanksi disiplin, mulai dari teguran tertulis, pencopotan jabatan struktural, hingga pemberhentian dari keanggotaan.

​Polemik ini mencuat setelah langkah politik suami Desi Prakasiwi yang bertandang ke Solo untuk menyatakan dukungan politik tertentu ramai diberitakan media massa. Tindakan terbuka di hadapan publik tersebut dinilai sejumlah pihak bertentangan dengan komando pimpinan partai dan memicu keresahan di antara para kader PDI Perjuangan di Banyuwangi.

​Sorotan publik kini tertuju pada jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, DPD Jawa Timur, hingga DPP PDI Perjuangan. Sejumlah kader dan simpatisan lokal menyuarakan agar struktur partai di semua tingkatan segera mengambil tindakan tegas untuk mengusut dugaan pelanggaran tersebut.

“Sesuai regulasi organisasi, setiap tindakan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan dinilai berdiri di dua kaki harus ditindaklanjuti secara prosedural melalui mekanisme penegakan disiplin partai demi menjaga wibawa dan kesolidan organisasi,” ujar salah satu perwakilan kader di Banyuwangi.

​Hingga saat ini, pihak internal DPC PDI Perjuangan Banyuwangi maupun yang bersangkutan diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan polemik serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme penegakan disiplin partai yang berlaku.

Penulis: IriekEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi