MALANG, JADIKABAR –
Keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Malang menggelar Halal Bihalal 1447 Hijriah di Pangkalan TNI AL Malang, Jalan Yos Sudarso No. 14, Kelurahan Kasin, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan peran strategis organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan Kota Malang, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Peran Muhammadiyah sangat penting dalam mendukung pembangunan Kota Malang, baik melalui amal usaha pendidikan maupun layanan kesehatan. Momentum Halal Bihalal ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Abdul Haris, turut menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai keislaman dan kemanusiaan. Menurutnya, menjaga alam bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan juga panggilan moral dan spiritual.
“Menjaga alam berarti menjaga kehidupan. Ini merupakan bentuk ketaatan kepada Tuhan sekaligus tanggung jawab kita untuk melestarikan keberlangsungan hidup generasi mendatang,” tegasnya.
Acara ini juga menghadirkan tokoh nasional Din Syamsuddin yang menyampaikan tausiyah Halal Bihalal. Dalam pesannya, ia mengajak umat Islam untuk memaknai Idulfitri sebagai momentum saling mendoakan dan memperbaiki diri.
Ia menjelaskan bahwa ungkapan “minal ‘āidīn wal fā’izīn” mengandung doa agar umat Islam kembali kepada fitrah dan meraih kemenangan. Meski tidak secara langsung berasal dari hadits, ungkapan tersebut memiliki makna kebaikan yang mendalam.
“Tradisi di Indonesia yang menambahkan ‘mohon maaf lahir dan batin’ justru memperkaya nilai silaturahmi dan saling memaafkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memahami setiap ucapan hari raya sebagai doa, bukan sekadar tradisi. Di sejumlah negara Timur Tengah, ucapan yang lazim disampaikan juga berupa doa kebaikan sepanjang tahun, yang pada hakikatnya memiliki pesan serupa, yakni saling mendoakan.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengajak jamaah memanjatkan doa di penghujung Ramadhan:
“Allāhumma lā taj‘al ākhiral ‘ahdi min shiyāminā iyyāhu. Wa in ja‘altahu, faj‘alnī marḥūman, wa lā taj‘alnī maḥrūman,”
yang bermakna permohonan agar Ramadhan yang telah berlalu bukan menjadi yang terakhir, serta harapan untuk senantiasa memperoleh rahmat Allah SWT.
Kegiatan Halal Bihalal ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara ditutup dengan saling bersalaman sebagai simbol mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh persatuan umat, serta memperkuat kontribusi bersama bagi kemajuan Kota Malang.












