BATU, JADIKABAR.COM – Di tengah derasnya arus konten hiburan di media sosial, sosok sederhana dari Kota Batu justru mencuri perhatian publik dengan cara yang berbeda. Seorang penjual kambing bernama Faiq, warga Jalan Abdul Gani Gang II, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, mendadak viral setelah membagikan konten yang memadukan promosi usaha ternak dengan pesan-pesan dakwah Islam.
Dalam hitungan jam sejak akun media sosialnya aktif, akun Instagram @bangfaiq_batu dan akun TikTok Bang Faiq mengalami lonjakan pengikut hingga ribuan orang. Fenomena tersebut menarik perhatian warganet karena konten yang disajikan dinilai sederhana, natural, dan memiliki pesan positif di tengah maraknya konten hiburan digital.
Tidak sedikit pengguna media sosial yang mengaku tertarik mengikuti akun tersebut karena gaya penyampaian Faiq yang santun, apa adanya, serta konsisten mengangkat nilai-nilai keagamaan tanpa meninggalkan aktivitas sehari-harinya sebagai penjual kambing.
Berbeda dengan kreator konten yang mengandalkan konsep produksi rumit, video yang diunggah Faiq justru menampilkan aktivitas kesehariannya saat merawat dan menjual kambing.
Dengan mengenakan gamis serta berambut gondrong yang menjadi ciri khasnya, Faiq menyampaikan pesan-pesan keislaman sambil memperkenalkan kambing dagangannya. Kombinasi tersebut menghadirkan warna baru di media sosial yang selama ini lebih banyak diisi konten hiburan dan tren viral.
Sejumlah warganet menilai pendekatan tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat karena memperlihatkan bahwa berdakwah dapat dilakukan melalui profesi apa pun selama membawa nilai-nilai kebaikan.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi usaha sekaligus media edukasi yang positif.
Saat ditemui di kediamannya, Faiq mengaku tidak pernah membayangkan kontennya akan menjadi viral.
Menurut pria kelahiran April 1988 itu, tujuan awal membuat akun media sosial hanyalah untuk memperkenalkan usaha penjualan kambing yang selama ini dijalankannya, sekaligus menyisipkan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat.
“Saya sengaja membuat konten memang untuk mempromosikan dagangan atau jualan kambing saya. Selain itu juga sebagai sarana dakwah dengan saling mengingatkan sesama umat Islam,” ujar Faiq saat ditemui, Minggu (19/7/2026).
Ia mengaku terkejut ketika dalam waktu singkat video-videonya mulai ramai dibagikan dan dibanjiri komentar dari berbagai kalangan.
“Saya tidak menyangka dalam beberapa jam saja sudah ramai. Banyak sekali pertanyaan dari netizen, jadi saya jawab kalau memang saya jualan kambing,” katanya.
Faiq mengungkapkan bahwa akun Instagram maupun TikTok miliknya baru dibuat pada Jumat sebelumnya. Meski masih sangat baru, kedua akun tersebut langsung mengalami peningkatan jumlah pengikut secara signifikan.
Bahkan, menurut pengakuannya, sejumlah figur publik, artis, hingga tokoh agama turut memberikan komentar pada unggahannya.
Meski demikian, Faiq menegaskan dirinya hanyalah pedagang kambing biasa yang ingin berbagi pesan kebaikan melalui media sosial.
“Saya sendiri juga tidak menyangka bakal viral seperti ini. Padahal saya hanya penjual kambing, bukan ustaz. Saya hanya masyarakat biasa dari Kota Batu,” tuturnya.
Selain berjualan kambing, Faiq juga berprofesi sebagai penyembelih kambing. Ia berharap profesinya dapat menjadi jalan untuk menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk berdakwah sesuai kemampuan dan bidang pekerjaannya masing-masing.
“Kita sebagai umat Islam yang sudah mendapatkan nikmat dan hidayah harus menjaganya. Tidak semua manusia mendapatkan hidayah. Karena itu kita harus bersyukur dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga harus bangga dengan agama kita dengan memberikan contoh yang baik kepada semua orang,” ungkap Faiq.
Ia berharap konten yang dibuatnya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan manfaat serta mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Pengamat media sosial menilai tren konten autentik yang mengangkat aktivitas keseharian dengan pesan moral kini semakin diminati masyarakat. Di tengah persaingan konten digital yang sangat ketat, kejujuran, kesederhanaan, dan konsistensi sering kali menjadi faktor yang membuat sebuah akun berkembang secara organik.
Fenomena yang dialami Faiq menjadi contoh bahwa media sosial tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media promosi usaha mikro, edukasi, hingga penyebaran nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Meski viral, keberlanjutan popularitas sebuah akun tetap bergantung pada konsistensi dalam menghadirkan konten yang bermanfaat dan relevan bagi pengikutnya.












