Pamit Salat, Kepala SPPG Blora Tak Kembali, Dapur MBG Berhenti

Avatar photo
Pamit Salat, Kepala SPPG Blora Tak Kembali, Dapur MBG Berhenti
Kondisi dapur MBG di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, yang dilaporkan berhenti beroperasi sementara.

BLORA | JADIKABAR.COM – Operasional salah satu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dilaporkan berhenti sementara setelah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas di lokasi tersebut dikabarkan tidak lagi berada di tempat sejak pertengahan Juli 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di fasilitas dapur MBG yang berlokasi di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Hingga berita ini disusun, aktivitas memasak maupun distribusi makanan bergizi di lokasi tersebut masih belum kembali berjalan.

Informasi mengenai terhentinya operasional dapur MBG menjadi perhatian masyarakat karena program tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya.

Menurut keterangan sejumlah pihak di lapangan, penghentian operasional diduga berkaitan dengan tidak aktifnya Kepala SPPG yang sebelumnya bertanggung jawab mengelola kegiatan di dapur tersebut.

Salah seorang relawan yang berada di lokasi, Barlan, membenarkan bahwa kegiatan operasional sudah tidak berjalan sejak Senin (13/7/2026).

“Benar, sejak Senin Pak Toha sudah tidak berada di dapur. Sejak itu kegiatan memasak tidak berjalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber di lapangan, Kepala SPPG yang diketahui bernama M. Abdul Toha sebelumnya sempat berpamitan untuk melaksanakan salat. Namun setelah itu, yang bersangkutan disebut tidak kembali ke lokasi hingga kini.

Informasi tersebut masih berupa keterangan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi dan belum dapat dipastikan secara menyeluruh. Oleh karena itu, seluruh kronologi masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Sementara itu, PIC Yayasan Catur Pilar, Mei, mengatakan bahwa informasi mengenai tidak ditemukannya Kepala SPPG pertama kali diterima dari Asisten Lapangan (Aslap) bernama Sobri.

Menurutnya, sejak laporan tersebut diterima, komunikasi dengan yang bersangkutan belum kembali terjalin sehingga aktivitas pelayanan di dapur ikut terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai alasan tidak aktifnya Kepala SPPG tersebut maupun status administrasi yang bersangkutan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan dapur MBG tampak tertutup dan tidak terlihat aktivitas memasak maupun distribusi makanan.

Gerbang fasilitas dalam kondisi tertutup, sementara hanya terlihat satu unit kendaraan boks terparkir di halaman.

Sejumlah relawan juga menyebut aktivitas para pekerja berhenti sejak pertengahan Juli dan belum menerima informasi kapan operasional akan kembali dilaksanakan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional Pemerintah Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat.

Pelaksanaan program dilakukan melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

Setiap dapur MBG memiliki fungsi penting sebagai pusat produksi makanan bergizi yang kemudian didistribusikan kepada penerima manfaat sesuai ketentuan pemerintah.

Karena menyangkut pelayanan publik, keberlangsungan operasional setiap dapur menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi berjalan tepat waktu.

Sejumlah pihak berharap terdapat penjelasan resmi dari pengelola program maupun instansi terkait mengenai kondisi yang terjadi di SPPG Muraharjo.

Selain memberikan kepastian kepada masyarakat, klarifikasi juga dinilai penting agar pelayanan terhadap penerima manfaat dapat segera dipulihkan apabila memang terdapat kendala administratif maupun teknis.

Sampai artikel ini diterbitkan, JadiKabar.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala SPPG yang bersangkutan, pengelola yayasan, serta pihak-pihak terkait lainnya guna mendapatkan penjelasan yang berimbang sesuai prinsip cover both sides sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dijalankan pemerintah sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi nasional. Program ini dirancang untuk menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, yayasan mitra, tenaga gizi, hingga relawan di lapangan. Karena itu, stabilitas manajemen setiap SPPG menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi