Semarak Kartini di ITN Malang: Dari Lomba Dakon hingga Halalbihalal Penuh Makna

Avatar photo
Usai Acara Berfoto Bersama.

Malang, JadiKabar. Com – Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dipenuhi suasana hangat dan semarak saat peringatan Hari Kartini. Balutan kebaya bernuansa klasik yang dikenakan para ibu menambah kesan elegan, sementara keceriaan tampak dari antusiasme mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, termasuk lomba dakon estafet yang mengundang gelak tawa.

Momentum peringatan Raden Ajeng Kartini tahun ini dikemas tidak sekadar seremonial, tetapi juga sarat nilai kebersamaan. Rukun Ibu ITN Malang menghadirkan kegiatan yang menyatukan nuansa budaya, kekeluargaan, dan inspirasi. Salah satu yang paling dinanti adalah pengumuman hadiah utama berupa perhiasan emas yang semakin menyemarakkan suasana.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan Halalbihalal 1447 H, menghadirkan anggota lintas generasi, mulai dari pengurus aktif, purna tugas, hingga perwakilan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN) Malang. Momen ini menjadi ajang temu kangen yang penuh keharuan. Laurent Hermin Dwi Yuniarti, salah satu anggota purna tugas, mengaku terkesan karena banyak tokoh senior Rukun Ibu dapat kembali berkumpul.

Ketua Rukun Ibu ITN Malang, Ratih Cahya Ratri Pribadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema “Lembut Berbudaya, Teguh Berkarya, Aktif Menginspirasi” harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

“Pentingnya menjaga kelembutan sebagai jati diri perempuan, sekaligus memiliki keteguhan dalam berkarya dan memberi manfaat, baik di ranah keluarga maupun profesional”, jelasnya pada Rabu (22/4/2026).

Selain itu, peserta juga mendapatkan motivasi melalui talk show bertema “Wanita Sukses” yang menghadirkan Maranatha Wijayaningtyas, Kepala SPM ITN Malang. Ia membagikan pandangan tentang pentingnya ketangguhan mental, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

Dalam pemaparannya, beliau menyoroti bahwa perempuan perlu terus mengasah kemampuan nyata agar memiliki daya saing.

“Adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan keberanian mengambil risiko terukur juga menjadi kunci untuk tetap relevan dan berkembang”, ucapnya.

Lebih lanjut ia juga menyebut, kegagalan, menurutnya, bukan akhir, melainkan proses pembelajaran untuk meraih hasil yang lebih baik.

Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian adalah lomba dakon estafet. Permainan tradisional ini dipilih sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus melatih konsentrasi, kejujuran, dan kerja sama tim. Selain itu, pemilihan kostum terbaik turut menambah kemeriahan, dengan para peserta tampil maksimal dalam balutan busana tempo dulu.

Rangkaian acara ditutup dengan pesan inspiratif agar perempuan terus menjadi sumber cahaya bagi keluarga dan lingkungan. Semangat emansipasi yang diwariskan Kartini diharapkan tetap hidup, mendorong perempuan ITN Malang untuk terus berkarya dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi