Berita  

Ungkap 600 Kasus dalam Empat Bulan, AKP Adik Agus Putrawan Beberkan Strategi Perang Melawan Narkoba di HANI 2026

Avatar photo
Ungkap 600 Kasus dalam Empat Bulan, AKP Adik Agus Putrawan Beberkan Strategi Perang Melawan Narkoba di HANI 2026
Foto Istimewa Ungkap 600 Kasus dalam Empat Bulan, AKP Adik Agus Putrawan Beberkan Strategi Perang Melawan Narkoba di HANI 2026

SURABAYA, JADIKABAR.COM – Perang melawan peredaran narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi antara aparat, akademisi, organisasi masyarakat, hingga partisipasi aktif masyarakat untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba yang terus mengancam generasi muda.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Talk Show Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 bertema “Kesehatan untuk Keadilan dan Keadilan untuk Kesehatan”, yang menghadirkan Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H. sebagai narasumber sekaligus tamu kehormatan.

Forum yang dihadiri kalangan akademisi, praktisi hukum, pegiat anti narkoba, mahasiswa, hingga masyarakat umum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai strategi pemberantasan narkotika sekaligus pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi.

Selain AKP Adik Agus Putrawan, kegiatan ini juga menghadirkan Drs. M. Sholehuddin, S.H., M.H., Ketua Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, Dita Amelia, S.Sos., M.Psi., Direktur Plato Foundation, serta Sugeng Hadi Kartono, S.H., C.T.L.C., Direktur Utama Adil Paranata Law Firm.

Dalam sesi pemaparannya, AKP Adik Agus Putrawan mengungkapkan capaian Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak selama dirinya memimpin satuan tersebut.

Dalam kurun waktu sekitar empat bulan, jajarannya berhasil mengungkap sekitar 600 kasus narkotika di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena operasi penindakan, tetapi didukung strategi yang mengedepankan pemetaan wilayah, pengumpulan informasi, pengawasan intensif, serta pengintaian sebelum dilakukan penangkapan.

“Sebelum melakukan penindakan, kami selalu melakukan kontrol, pemetaan, dan pengintaian secara teliti agar operasi berjalan efektif. Alhamdulillah, hasil kerja keras tim mendapat apresiasi dari berbagai jajaran kepolisian lainnya,” ujar AKP Adik Agus Putrawan.

Ia menjelaskan, pendekatan yang terukur membuat proses penindakan lebih tepat sasaran sekaligus meminimalkan risiko di lapangan.

Ketua Panitia Talk Show HANI 2026, Dea Milenia, S.H., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama melawan narkoba.

Menurutnya, ancaman narkotika sudah menyasar berbagai lapisan masyarakat sehingga penanganannya tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menggelorakan semangat perang terhadap narkoba. Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menggempur dan memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Dea.

Ia menjelaskan, pelaksanaan talk show mendapat dukungan dari tujuh organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat pegiat anti narkoba, akademisi, serta praktisi hukum yang memiliki perhatian terhadap upaya penyelamatan generasi bangsa.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber sepakat bahwa edukasi menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

Peningkatan pemahaman mengenai dampak kesehatan, konsekuensi hukum, hingga kerusakan sosial akibat narkoba dinilai menjadi investasi penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.

Melalui momentum HANI 2026, masyarakat juga diajak untuk tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa

Menutup pemaparannya, AKP Adik Agus Putrawan berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kampanye nasional melawan narkoba.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkotika hanya dapat tercapai apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian yang sama.

“Selamat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional. Mari kita satukan langkah untuk menyelamatkan generasi bangsa. Narkoba harus sirna dari muka bumi Indonesia,” pungkasnya.

Peringatan HANI 2026 menjadi pengingat bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, akademisi, organisasi masyarakat, dan keluarga, harapan mewujudkan Indonesia yang bebas dari narkotika diharapkan dawpat terus diperjuangkan.

Penulis: Sulton Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi