Sekolah Swasta dan MTs Diproyeksikan Jadi Solusi Kebutuhan Pendidikan SMP di Kota Malang

Avatar photo
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana.

Malang, JadiKabar. Com– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menilai keberadaan sekolah swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) menjadi faktor penting dalam menampung lulusan sekolah dasar yang tidak memperoleh kursi di SMP negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Keterbatasan kapasitas SMP negeri dibandingkan jumlah lulusan SD menjadi salah satu tantangan dalam proses penerimaan peserta didik tahun ini. Berdasarkan data Disdikbud Kota Malang, jumlah lulusan SD mencapai lebih dari 14 ribu siswa, sementara total daya tampung SMP negeri berada di kisaran 7.500 kursi.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari perencanaan pendidikan setiap tahun. Karena itu, sekolah swasta maupun MTs diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pendidikan lanjutan bagi para lulusan SD.

“Jumlah lulusan SD memang jauh lebih besar dibanding kapasitas yang tersedia di SMP negeri. Oleh sebab itu, sekolah swasta dan MTs memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan seluruh anak tetap dapat melanjutkan pendidikan,” ujarnya, pada Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, pilihan melanjutkan pendidikan ke MTs negeri juga memiliki keterbatasan karena di Kota Malang hanya terdapat dua MTs negeri dengan kapasitas yang tidak terlalu besar. Akibatnya, sebagian besar lulusan yang belum tertampung di sekolah negeri akan mengarah ke lembaga pendidikan swasta.

Menurut Suwarjana, tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri masih menjadi fenomena yang terjadi setiap tahun. Banyak orang tua memilih menunggu hasil seleksi akhir SPMB sebelum memutuskan mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta.

Situasi tersebut membuat sebagian sekolah swasta belum mengalami lonjakan pendaftar pada tahap awal penerimaan siswa baru. Namun demikian, Disdikbud optimistis jumlah peserta didik yang mendaftar ke sekolah swasta akan meningkat setelah seluruh tahapan seleksi di SMP negeri selesai dilaksanakan.

“Biasanya setelah pengumuman dan seluruh proses penerimaan di sekolah negeri berakhir, sekolah-sekolah swasta mulai menerima lebih banyak pendaftar. Kami yakin kapasitas yang tersedia masih mampu menampung kebutuhan siswa,” katanya.

Disdikbud juga menegaskan bahwa banyak sekolah swasta di Kota Malang telah menunjukkan kualitas pendidikan yang kompetitif. Bahkan sejumlah lembaga pendidikan menawarkan program bantuan biaya hingga pendidikan gratis bagi siswa yang memenuhi kriteria tertentu.

Di sisi lain, pada jenjang sekolah dasar masih terdapat beberapa sekolah yang belum mencapai kuota penerimaan peserta didik baru, khususnya di kawasan pinggiran kota. Untuk mengoptimalkan pemenuhan kuota, masa pendaftaran tetap dibuka hingga jumlah siswa yang dibutuhkan terpenuhi.

Pemerintah Kota Malang memastikan seluruh lulusan SD memiliki akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya melalui berbagai pilihan lembaga pendidikan yang tersedia, baik sekolah negeri, sekolah swasta, maupun madrasah. Dengan demikian, tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi