Bupati Malang Ungkap Rahasia Daerahnya Disebut “Banyak Rezeki” oleh Gubernur Jatim

Avatar photo
Bupati Malang Ungkap Rahasia Daerahnya Disebut “Banyak Rezeki” oleh Gubernur Jatim
Bupati Malang saat menghadiri peringatan BBGRM XXIII Kabupaten Malang di Desa Ngabab Kecamatan Pujon.

Pujon, JADIKABAR.COM – Semangat gotong royong kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama pembangunan daerah dalam peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Kabupaten Malang yang digelar di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Malang M. Sanusi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaida Sanusi. Turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kabupaten Malang dan Kota Batu, kepala perangkat daerah, para camat, hingga kepala desa.

Mengusung tema penguatan kemandirian desa menuju Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara, kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kolaborasi antar elemen pemerintahan dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Malang menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi budaya, melainkan pondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang selaras dengan nilai Pancasila dan ajaran agama.

“Di Kabupaten Malang tidak ada single power atau kepemimpinan tunggal. Yang kami jalankan adalah kepemimpinan kolaboratif,” tegas Bupati Malang.

Menurutnya, berbagai capaian pembangunan di Kabupaten Malang lahir dari sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat yang berjalan harmonis selama ini.

Salah satu capaian yang disoroti yakni keberhasilan menekan angka stunting secara signifikan dari 23 persen menjadi 6,2 persen melalui program anak asuh yang melibatkan seluruh kepala perangkat daerah. Selain itu, angka dispensasi pernikahan dini yang sebelumnya mencapai sekitar 2.300 kasus kini turun drastis menjadi sekitar 300 kasus berkat edukasi dan kolaborasi lintas sektor.

Kemajuan juga terlihat di sektor pendidikan. Kabupaten Malang yang sebelumnya memperoleh nilai rendah dalam evaluasi pendidikan kini berhasil melonjak ke kategori peringkat tinggi dengan nilai 81 pada Februari 2026. Ribuan siswa disebut berhasil meraih nilai rata-rata di atas sembilan dan mampu menembus sekolah unggulan nasional.

Tak hanya sektor sosial dan pendidikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang juga menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar 5,92 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan pertumbuhan terbaik di Jawa Timur.

Tingginya kepercayaan investor ditandai dengan masuknya investasi dari luar negeri, pembangunan rumah sakit internasional, hingga perluasan sejumlah perguruan tinggi besar di wilayah Kabupaten Malang.

Bupati Malang juga mengungkapkan apresiasi dari Gubernur Jawa Timur yang menyebut Kabupaten Malang sebagai daerah yang “banyak rezeki” karena kekompakan dan dukungan masyarakat terhadap pembangunan daerah.

“Kemudahan perizinan dan dukungan kepala desa terhadap investasi membuat pemerintah pusat nyaman menempatkan berbagai program nasional di Kabupaten Malang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur melakukan pemukulan kentongan sebagai simbol pencanangan BBGRM XXIII Kabupaten Malang Tahun 2026.

Momentum BBGRM ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong sebagai energi utama pembangunan desa, mempererat persatuan masyarakat, serta mendorong Kabupaten Malang menjadi salah satu pusat kemajuan di Jawa Timur maupun tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi