TULUNGAGUNG, JadiKabar. Com- Nama Tri Hariadi kembali menjadi buah bibir di Tulungagung. Meski proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) 2026 masih berjalan, publik seolah sudah lebih dulu memutuskan “Tri dianggap menang sebelum dilantik”. Fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya persepsi masyarakat terhadap sosok birokrat senior yang pernah jatuh, lalu bangkit kembali di panggung politik lokal.
Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama memang merilis tiga nama terbaik, yakni Drs. Tri Hariadi, M.Si., Anang Pratistianto, S.T., M.Si., dan Dra. Imro’atul Mufidah, M.Si. Namun, di ruang publik, nama Tri Hariadi jauh lebih bergema.
Netizen ramai-ramai menyebutnya sebagai calon Sekda “pasti terpilih”, bahkan sebelum hasil pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Iskak dilakukan pada 29 Juni 2026. Ungkapan liar tersebut telah menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi sekadar menunggu keputusan resmi, melainkan ikut membangun narasi kemenangan.
Tri Hariadi bukan sosok asing. Ia pernah menjabat Sekda definitif pada era Pj Bupati Heru Suseno, sebelum dicopot oleh Bupati Gatut Sunu Wibowo dan dimutasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pencopotan itu sempat menimbulkan polemik, terlebih setelah Gatut Sunu tersandung kasus korupsi oleh KPK.
Situasi politik yang bergejolak membuat Plt Bupati Ahmad Baharudin kembali menunjuk Tri sebagai Penjabat Sekda pada Mei 2026. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa Tri masih memiliki pengaruh besar di lingkaran pemerintahan.
Publik Tulungagung kini seakan menantang “feeling” Plt Bupati. Meski Ahmad Baharudin menegaskan bahwa urutan tiga besar tidak menentukan siapa yang terpilih, masyarakat sudah lebih dulu mengunci dukungan pada Tri. Narasi “menang sebelum dilantik” pun bergulir deras di media sosial, menciptakan tekanan moral yang sulit diabaikan.
Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif. Ia adalah motor penggerak birokrasi, penghubung antar perangkat daerah, sekaligus penentu arah kebijakan. Karena itu, siapa pun yang duduk di kursi Sekda akan menentukan wajah pemerintahan Tulungagung ke depan. Publik yang sudah terlanjur menjatuhkan pilihan pada Tri Hariadi seolah ingin memastikan bahwa birokrasi kembali stabil setelah diguncang kasus korupsi.
Tri sendiri menyatakan siap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Jika benar ia kembali dilantik, maka perjalanan birokrasi Tulungagung akan memasuki babak baru yang penuh harapan. Namun, jika Plt Bupati memilih nama lain, pertarungan persepsi publik versus keputusan politik akan menjadi ujian besar bagi legitimasi pemerintahan.












