Malang, JadiKabar.com – Upaya mewujudkan kampung yang mandiri dan ramah lingkungan terus didorong di Kota Malang. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi warga RW 13 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, yang digelar sebagai bagian dari penguatan Kampung Program Iklim (ProKlim).
Kegiatan bertajuk “Cahaya Surya–Energi Berdaya” tersebut menghadirkan tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada teknologi energi terbarukan sekaligus dibekali kemampuan dasar dalam memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber listrik alternatif.
Ketua Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi.
” Ilmu yang dimiliki sivitas akademika perlu diterapkan secara langsung agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat”, ucapnya pada Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya berisi materi mengenai konsep energi bersih, tetapi juga pengenalan sistem kerja PLTS, komponen pendukung, hingga perhitungan kebutuhan listrik untuk rumah tangga maupun fasilitas umum.
“Program ini terlaksana berkat dukungan Small Grant Program FOLU Net Sink 2030 yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan dukungan Pemerintah Norwegia. Skema tersebut bertujuan mendorong berbagai inovasi berbasis lingkungan untuk mendukung target pembangunan rendah emisi karbon di Indonesia”ungkapnya.
Pakar energi terbarukan ITN Malang, Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., menilai warga RW 13 telah memiliki komitmen menjaga lingkungan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pelatihan PLTS diharapkan menjadi langkah lanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan energi bersih.
“Selain menyampaikan materi, tim ITN Malang juga membagikan modul pembelajaran sehingga peserta dapat mempelajari kembali materi secara mandiri setelah pelatihan berakhir”, jelasnya.
Sesi praktik menjadi bagian yang paling diminati peserta. Empat mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang diterjunkan sebagai pendamping lapangan untuk memperagakan instalasi sederhana sistem PLTS, baik tipe on-grid maupun off-grid. Warga diberi kesempatan mengenal berbagai komponen panel surya sekaligus mencoba simulasi pemasangan dan menghitung kebutuhan daya listrik.
Menurut Widodo, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi selama pelatihan berlangsung. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut melalui kerja sama yang lebih luas sehingga penerapan energi surya benar-benar dapat diwujudkan di lingkungan RW 13.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang memang dipersiapkan secara khusus dalam bidang energi baru terbarukan, termasuk memperoleh sertifikasi kompetensi PLTS sebelum menyelesaikan studi.
Pelatihan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Camat Kedungkandang, pengurus karang taruna, kader lingkungan, serta perwakilan Kampung ProKlim dari sejumlah wilayah lainnya.
Ketua RW 13 Madyopuro, Mochamat Sutanto, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, bantuan program yang diterima menjadi dorongan bagi warga untuk terus menghadirkan inovasi lingkungan yang berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat. Ia berharap kerja sama dengan ITN Malang dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan belajar ke instalasi PLTS yang dimiliki kampus tersebut.












