JadiKabar.com | Lamongan – Di tengah tren kenaikan harga bahan pokok dan kuliner yang terus berubah, sebuah warung sederhana di Kabupaten Lamongan justru memilih bertahan dengan resep lama, cita rasa khas, dan harga yang tetap bersahabat. Warung Tahu Tek dan Nasi Goreng “Pak Tek” di Jalan Raya Urip Sumoharjo, Desa Dukoh, Kecamatan Sukodadi, telah menjadi langganan masyarakat selama lebih dari 12 tahun.
Warung milik Andik, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pak Tek, bukan sekadar tempat makan malam. Bagi banyak warga Lamongan, tempat ini telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner yang penuh kenangan. Setiap sore hingga menjelang tengah malam, pembeli datang silih berganti, mulai dari warga sekitar, pekerja, mahasiswa, hingga para pengendara yang melintas di jalur utama Lamongan.
Buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB, warung ini berada tepat di depan galangan kayu jati Desa Dukoh. Meski tampil sederhana tanpa dekorasi mewah, aroma petis yang menggoda dan ramainya pelanggan menjadi daya tarik tersendiri.
“Sudah 12 tahun saya jualan di sini. Awalnya hanya bermodal semangat dan resep keluarga. Alhamdulillah sampai sekarang pelanggan masih setia datang,” ujar Pak Tek saat ditemui, Selasa (14/7/2026).
Salah satu alasan warung ini tetap ramai adalah konsistensinya menjaga harga. Hingga kini, satu porsi Tahu Tek lengkap dengan telur masih dibanderol Rp12.000.
Di saat banyak pelaku usaha kuliner harus menyesuaikan harga akibat naiknya biaya bahan baku, Pak Tek memilih mempertahankan harga agar makanan favoritnya tetap bisa dinikmati semua kalangan.
“Saya ingin semua orang tetap bisa makan enak tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Yang penting pelanggan puas dan tetap datang lagi,” tuturnya.
Keputusan tersebut membuat warungnya semakin dikenal sebagai salah satu kuliner malam dengan harga terjangkau di Lamongan.
Keistimewaan Tahu Tek Pak Tek terletak pada racikan bumbu petis yang dibuat dengan resep turun-temurun. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit legit menghasilkan cita rasa yang khas.
Tahu digoreng hingga renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam, kemudian dipadukan dengan lontong, kentang, kecambah segar, irisan mentimun, serta telur yang membuat porsinya semakin mengenyangkan.
Selain menu utama, nasi goreng racikan Pak Tek juga menjadi favorit pelanggan. Bumbunya meresap sempurna dengan aroma rempah yang khas tanpa meninggalkan kesan terlalu berminyak.
Konsistensi rasa selama bertahun-tahun menjadi alasan mengapa pelanggan lama terus kembali.
Tahu Tek merupakan salah satu kuliner khas Jawa Timur yang berasal dari kawasan Surabaya. Nama “Tahu Tek” diyakini berasal dari bunyi gunting yang digunakan pedagang saat memotong tahu, yaitu “tek… tek… tek…”.
Seiring perkembangan waktu, makanan ini menyebar ke berbagai daerah, termasuk Lamongan. Masing-masing penjual menghadirkan ciri khas tersendiri, terutama pada racikan petis dan bumbu kacangnya.
Di Lamongan, Tahu Tek Pak Tek menjadi salah satu warung yang berhasil mempertahankan cita rasa tradisional sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan selama lebih dari satu dekade.
Bukan hanya warga Desa Dukoh, pelanggan juga datang dari kecamatan lain bahkan luar daerah yang sengaja mampir ketika melewati Jalan Raya Urip Sumoharjo.
Siti, salah seorang pelanggan, mengaku telah menikmati Tahu Tek Pak Tek selama sekitar tujuh tahun.
“Rasanya tetap sama dari dulu, harganya juga murah. Kalau malam bingung cari makan, pasti ke Pak Tek,” ujarnya.
Pelayanan yang ramah serta suasana warung yang sederhana membuat banyak pelanggan merasa nyaman untuk kembali.
Dengan konsistensi menjaga rasa, harga, dan kualitas pelayanan, Warung Tahu Tek Pak Tek membuktikan bahwa usaha kuliner sederhana tetap mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Bagi pencinta kuliner tradisional, warung ini menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi saat berada di Lamongan.












