Daerah  

Harga Sayur Ngegas–Ngedrop di Musim Hujan, Kembang Kol Tiba-Tiba Mahal! Ini Kata Pedagang dan Kepala Pasar

Avatar photo
Harga Sayur Ngegas–Ngedrop di Musim Hujan, Kembang Kol Tiba-Tiba Mahal! Ini Kata Pedagang dan Kepala Pasar
Harga Sayur Ngegas–Ngedrop di Musim Hujan, Kembang Kol Tiba-Tiba Mahal! Ini Kata Pedagang dan Kepala Pasar

MAGELANG, JADIKABAR – Pergerakan harga sayur-mayur di Pasar Agro Sewukan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dalam beberapa hari terakhir terpantau tidak stabil. Sejumlah komoditas mengalami penurunan drastis, sementara sebagian lainnya justru merangkak naik di tengah musim hujan.

Kondisi ini terjadi sejak beberapa waktu terakhir, dipicu oleh faktor cuaca dan pasokan hasil panen dari petani. Sayuran daun seperti pakcoy dan sawi menjadi yang paling terdampak penurunan harga akibat melimpahnya hasil panen.

Kepala Pasar Agro Sewukan, Yudi Kurniawan, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak lepas dari tingginya produksi petani saat musim hujan.

“Sayur seperti pakcoy dan sawi saat ini harganya sekitar Rp 500 per kilogram (kg) karena panennya banyak,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Selain itu, harga komoditas lain seperti kacang panjang dan buncis saat ini berada di kisaran Rp8.000 per kg. Namun berbeda dengan sayuran daun, harga kembang kol justru mengalami kenaikan cukup signifikan.

Saat ini, harga kembang kol berada di rentang Rp10.000 hingga Rp12.000 per kg, naik dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, harga cabai juga masih bergerak fluktuatif. Cabai keriting tercatat naik tipis dari Rp28.000 menjadi Rp29.000 per kg, sementara cabai rawit masih bertahan di angka Rp50.000 per kg.

Meski pasokan sayur dari petani tergolong normal bahkan cenderung melimpah, daya beli masyarakat disebut belum sepenuhnya pulih pasca Hari Raya Idulfitri.

“Sebelum lebaran, satu gudang bisa dua mobil per hari, sekarang rata-rata masih satu mobil,” jelas Yudi.

Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Sewukan, Suharyati, mengakui adanya kenaikan harga pada kembang kol.

Ia menyebut kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi kendala dalam proses budidaya.

“Nanamnya susah, apalagi musim nggak menentu,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa harga kembang kol sebelumnya sempat jauh lebih murah, bahkan berada di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kg.

“Kalau beli mahal, ya jual mahal, kalau turun, ya ikut turun. Untungnya tipis,” kata dia.

Penulis: Abrian TamtamaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi