Kalau Masyarakat Masih Kesulitan, ASN Belum Berhasil!,Wali Kota Magelang Sentil Pola Kerja Lama Birokrasi

Avatar photo
Keterangan Foto: (Apel Pagi Bersama ASN dan Bupati Magelang Jawa Tengah)

MAGELANG, JADIKABAR..COM – Wali Kota Damar Prasetyono menegaskan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Magelang tidak boleh lagi bekerja hanya sebatas menjalankan rutinitas administratif. ASN diminta lebih adaptif terhadap perubahan dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Damar saat melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat manajerial serta pejabat fungsional di Pendopo Pengabdian, Jumat (8/5).

Dalam pelantikan tersebut, satu pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Puji Hartono sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang. Selain itu, turut dilantik tiga pejabat administrator dan 15 pejabat fungsional dari Inspektorat Daerah serta Dinas Kesehatan Kota Magelang.

Damar menilai penguatan struktur organisasi menjadi langkah penting agar birokrasi dapat bergerak lebih cepat di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik.

“Yang lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Damar.

Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah saat ini tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga kemudahan akses, transparansi, dan solusi yang nyata. Karena itu, pola kerja lama dinilai tidak lagi relevan untuk menghadapi perkembangan zaman, terutama di era digitalisasi dan keterbukaan informasi.

“Kalau masyarakat masih kesulitan, berarti kita belum boleh merasa berhasil,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya pola birokrasi yang terjebak pada batasan kewenangan antar organisasi perangkat daerah (OPD). Padahal, kata dia, masyarakat lebih membutuhkan penyelesaian masalah dibanding memahami proses internal pemerintahan.

Untuk itu, Damar meminta pejabat yang baru dilantik agar tidak hanya fokus menjalankan tugas struktural, tetapi juga membangun kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi bukan hanya soal pemanfaatan teknologi, melainkan juga menyangkut pola pikir dan cara kerja yang lebih terbuka.
Selain adaptif, Damar turut menekankan pentingnya integritas dan empati dalam pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa birokrasi merupakan representasi kehadiran negara di tengah masyarakat. (AT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi