MAGELANG, JADIKABAR.COM – Polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam seorang pemuda berinisial ZK (23) di Makam Muslim Sidorejo, Dusun Candi, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jumat (8/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga menjadi korban penganiayaan.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan Kristiana mengatakan, dugaan tindak kekerasan terhadap korban terjadi di kawasan Jalan Mayjend Sutoyo, Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Korban ini mengalami kekerasan yang terjadi di Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang,” ujar AKP Iwan Kristiana kepada wartawan di Polres Magelang Kota.
Akibat kejadian tersebut, korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Tidar Kota Magelang sejak 5 Mei 2026. Namun kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Kamis (7/5/2026) pukul 14.31 WIB.
“Korban dirawat pada tanggal 5 Mei sampai dengan 7 Mei. Korban mengalami koma, dilakukan tindakan medis di RSUD dan meninggal pada tanggal 7 Mei pukul 14.31 WIB,” jelasnya.
Setelah meninggal dunia, jenazah korban dimakamkan oleh pihak keluarga di wilayah Bandongan, Kabupaten Magelang. Namun demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan, kepolisian memutuskan melakukan ekshumasi untuk kebutuhan autopsi.
“Kemudian telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sehingga untuk proses penyelidikan, penyidikan, terhadap kasus tersebut tentunya kami dari kepolisian melaksanakan ekshumasi untuk mengetahui akibat kematian tersebut dikarenakan apa,” sambung Iwan.
Dalam proses pembongkaran makam dan autopsi tersebut, Polres Magelang Kota melibatkan tim medis dari Dokkes Polda Jawa Tengah yang terdiri dari empat dokter serta 21 koas.
“Yang telah melaksanakan bongkar kubur, kemudian melaksanakan autopsi terhadap korban tersebut dilaksanakan di makam di Bandongan, Magelang,” katanya.
Sementara itu, polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku penganiayaan. Selain memeriksa empat orang saksi, petugas juga mengumpulkan bukti rekaman CCTV untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kami pun sudah mengidentifikasi untuk pelakunya melalui CCTV. Kami sudah memperoleh dan beberapa keterangan saksi. Dan segera kami ungkap untuk kejelasan terhadap perkara tersebut,” pungkas AKP Iwan Kristiana. (AT)












