JADIKABAR.COM Sidoarjo – Pagi di Kecamatan Sedati tak sekadar diisi derap langkah personel berseragam yang berbaris rapi. Di balik apel pergeseran pasukan yang digelar menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, tersimpan satu pesan penting: demokrasi desa bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang menjaga harapan masyarakat agar tetap berjalan dalam suasana aman dan damai.
Di bawah komando Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto, puluhan personel gabungan berdiri siap, menandai dimulainya pengamanan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026. Apel ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan simbol kesiapan aparat dalam menjaga denyut demokrasi di tingkat desa agar tetap berada di jalurnya.
Tiga desa di wilayah Kecamatan Sedati akan menjadi panggung demokrasi masyarakat, yakni Desa Kalanganyar, Desa Pulungan, dan Desa Pabean. Di desa-desa itulah suara rakyat akan bermuara di bilik suara, menentukan arah kepemimpinan desa untuk tahun-tahun mendatang.
Untuk memastikan proses itu berjalan aman, 37 personel gabungan diterjunkan. Mereka berasal dari jajaran Polsek Sedati dan personel BKO Polresta Sidoarjo, yang akan menjaga titik-titik strategis di puluhan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sebaran TPS yang diamankan meliputi 8 TPS di Desa Kalanganyar, 4 TPS di Desa Pulungan, dan 26 TPS di Desa Pabean. Di setiap TPS itu, bukan hanya kotak suara yang dijaga, tetapi juga rasa aman masyarakat agar dapat datang, memilih, dan pulang dengan tenang.
Dalam arahannya, Kapolsek Sedati menekankan bahwa tugas pengamanan bukan sekadar menjaga situasi tetap tertib, tetapi juga menghadirkan wajah polisi yang humanis di tengah masyarakat.
“Laksanakan tugas pengamanan ini dengan penuh rasa ikhlas dan jadikan sebagai ibadah. Tetap jaga kesehatan serta tingkatkan kewaspadaan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama pesta demokrasi masyarakat berlangsung,” pesannya.
Kalimat itu terdengar sederhana, namun mengandung makna mendalam. Sebab dalam setiap pesta demokrasi, keamanan bukan hanya soal penjagaan fisik, melainkan tentang merawat kepercayaan masyarakat agar proses pemilihan berlangsung tanpa rasa takut.
Pilkades sendiri bukan sekadar pergantian kepemimpinan di tingkat desa. Ia adalah ruang tempat harapan warga dipertaruhkan, tempat masa depan desa mulai digambar lewat pilihan yang dijatuhkan di bilik suara.
Karena itu, apel pergeseran pasukan yang digelar Polsek Sedati menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah tanda bahwa negara hadir, menjaga setiap proses demokrasi agar tetap berjalan di bawah langit yang teduh, dalam suasana yang aman, tertib, damai, dan penuh kesejukan.
Saat nanti masyarakat datang ke TPS, membawa pilihan dan harapan masing-masing, aparat keamanan sudah lebih dulu berdiri di sana bukan untuk menguasai suasana, tetapi untuk memastikan demokrasi desa tetap berjalan dengan tenang, bermartabat, dan penuh rasa aman.












