MALANG, JADIKABAR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang terus memacu pengerjaan rehabilitasi Jembatan Sonokembang yang berlokasi di Kelurahan Pandanwangi. Hingga akhir April 2026, progres fisik jembatan tersebut dilaporkan telah mencapai angka sekitar 20%.
Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyatakan bahwa meskipun pengerjaan masih dalam tahap awal, proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan tanpa adanya pelambatan signifikan.
“Proses Sonokembang saat ini sekitar antara 15 sampai 20%. Sejauh ini masih on progress, sesuai dengan prediksi awal kami,” ujar Dandung saat ditemui di sela-sela kegiatannya meninjau revitalisasi Pasar Induk Gadang, Selasa (28/4/2026).
Mitigasi Kenaikan Harga Material
Menanggapi fluktuasi harga bahan bangunan yang cenderung naik di pasaran, Dandung menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengubah nilai kontrak yang sudah disepakati dengan pihak pelaksana. Menurutnya, risiko kenaikan harga sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengembang sesuai dengan kontrak kerja yang berlaku.
“Kalau sudah kontrak, itu risiko (pengembang). Tidak bisa di review harganya. Namun, biasanya mereka sudah melakukan pemesanan (order) material di awal, sehingga kalau barang tinggal dikirim, mereka tidak akan terpengaruh kenaikan harga pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) hanya dimungkinkan untuk proyek-proyek yang belum berjalan atau masih dalam tahap perencanaan, seperti rencana perbaikan di sektor pasar.
Target Rampung Sebelum Jatuh Tempo
Sesuai dokumen kontrak, tenggat waktu penyelesaian Jembatan Sonokembang jatuh pada tanggal 25 Juli 2026. Namun, Dandung menargetkan agar jembatan tersebut sudah bisa fungsional sepenuhnya pada akhir Juni atau setidaknya pertengahan Juli 2026.
“Harapan kami akhir Juni sudah selesai. Secara administratif maksimal pertengahan Juli harus sudah tuntas, atau setidaknya satu hingga dua minggu sebelum masa kontrak berakhir,” pungkasnya.
Pihak dinas berharap percepatan ini dapat segera memulihkan konektivitas warga di wilayah Pandanwangi dan sekitarnya, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur krusial bagi mobilitas masyarakat setempat.












