KOTA BATU – Alun-Alun Kota Batu selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lampu-lampu cantik, suasana sejuk, pusat kuliner, hingga keramaian khas kota wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.
Namun di balik ramainya aktivitas itu, ada persoalan yang kini mulai menjadi sorotan dan diam-diam memantik kegelisahan publik.
Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area fasilitas umum (fasum) hingga badan jalan di sekitar Alun-Alun Kota Batu disebut-sebut mulai menimbulkan persoalan serius. Bukan hanya soal penataan kota yang dinilai semakin semrawut, tetapi juga dugaan penggunaan area publik yang seharusnya steril untuk kepentingan bersama.
Masalah ini kini menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Dari warung kopi hingga media sosial, satu pertanyaan mulai ramai terdengar: apakah Alun-Alun Kota Batu akan ditertibkan?
Jawabannya ternyata belum sederhana.
Di tengah polemik yang terus bergulir, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu akhirnya angkat bicara. Dan pernyataan itu justru membuat publik semakin penasaran.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kota Batu, , menegaskan pihaknya sebenarnya siap kapan saja turun melakukan penertiban terhadap para PKL yang berjualan di kawasan Alun-Alun.
Namun ada satu hal yang membuat langkah itu belum juga dilakukan.
“Kami selalu siap kapan saja untuk menertibkan PKL yang berjualan di Alun-Alun Kota Batu, namun harus melalui mekanisme dan aturan sesuai SOP,” tegas Fariz.
Pernyataan itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan tanda tanya besar.
Jika Satpol PP siap, lalu apa yang membuat penertiban belum juga dilakukan?
Fariz kemudian membuka fakta yang cukup mengejutkan.
Menurutnya, selama ini Satpol PP justru tidak pernah diajak berkoordinasi secara resmi terkait penanganan PKL yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Batu.
Bahkan, pihaknya mengaku tidak memiliki data detail terkait siapa saja PKL yang berjualan di lokasi tersebut.
“Karena selama ini kami memang tidak pernah diajak koordinasi. Kami juga tidak tahu data-data para PKL mana saja yang berjualan di Alun-Alun Kota Batu,” ungkapnya.
Pernyataan itu sontak memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.
Bagaimana mungkin persoalan PKL yang sudah lama menjadi sorotan justru belum memiliki koordinasi yang jelas antarinstansi?
Fariz menjelaskan, selama ini para PKL di kawasan tersebut disebut sebagai binaan Diskoumdag Kota Batu. Di sinilah Satpol PP mengaku berada dalam posisi dilematis.
Sebab di satu sisi, aturan daerah secara tegas menyebut fasilitas umum tidak boleh digunakan untuk aktivitas berjualan.
Namun di sisi lain, aktivitas itu tetap berjalan hingga sekarang.
“Sebab itu memang fasum, tapi pada kenyataannya PKL tetap berjualan. Jadi kami merasa dilematis,” katanya.
Kalimat itu seolah menggambarkan bahwa persoalan PKL Alun-Alun Kota Batu bukan sekadar urusan pedagang, tetapi juga menyangkut kebijakan, koordinasi, dan keberanian mengambil keputusan.


Satpol PP menegaskan, jika nantinya sudah ada rekomendasi resmi dan instruksi dari Wali Kota Batu, penertiban akan dilakukan tanpa pandang bulu.
Pernyataan tersebut justru membuat publik semakin menunggu: kapan sinyal itu turun?
Di sisi lain, masyarakat mulai terang-terangan menyuarakan dukungan agar penataan segera dilakukan.
WHY, warga Kelurahan Sisir, mengaku kawasan Alun-Alun Kota Batu sudah saatnya ditata ulang agar kembali nyaman dipandang.
Menurutnya, keberadaan PKL di badan jalan membuat kawasan menjadi semrawut dan memicu kemacetan.
“Kalau memang melanggar aturan, harus ditertibkan. Alun-Alun Kota Batu harusnya terlihat indah, bukan semrawut,” ujarnya.
Keluhan yang sama juga datang dari wisatawan.
Blasius Suratno, wisatawan asal Surabaya, mengaku kondisi Alun-Alun Kota Batu kini berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Ia menilai kawasan yang dulu tertata kini mulai terlihat padat dan kurang nyaman, terutama saat musim liburan.
“Sekarang terlihat kumuh dan macet, apalagi saat hari libur. Harus segera ditata,” katanya.
Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung di tengah publik Kota Batu.
Akankah penertiban benar-benar dilakukan?
Ataukah polemik PKL di kawasan Alun-Alun Kota Batu akan terus menjadi bola panas yang bergulir tanpa penyelesaian?
Yang jelas, Satpol PP sudah menyatakan siap. Masyarakat juga mulai bersuara.
Tinggal menunggu satu keputusan penting dari pucuk pimpinan Kota Batu.
Dan ketika keputusan itu turun, bukan tidak mungkin wajah Alun-Alun Kota Batu akan berubah total.












