Model Muda Muzdalifah Yusuf Siap Jadi Duta Promosi Wisata Berbasis Masyarakat di Jawa Timur

Avatar photo
Model muda Muzdalifah Yusuf atau yang akrab disapa Ifah.

JAWA TIMUR, JadiKabar. Com– Potensi wisata di Jawa Timur terus menjadi magnet bagi wisatawan berkat keberagaman destinasi yang dimiliki, mulai dari pegunungan, pantai, air terjun, hingga desa-desa wisata yang dikelola langsung oleh masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Besarnya peluang tersebut mendorong berbagai pihak untuk ikut ambil bagian dalam mempromosikannya, termasuk kalangan publik figur.

Salah satunya adalah model muda Muzdalifah Yusuf atau yang akrab disapa Ifah. Perempuan asal Gorontalo yang kini menetap di Jakarta itu menyatakan kesiapannya mendukung promosi destinasi wisata berbasis masyarakat di Jawa Timur melalui aktivitasnya sebagai model dan kreator konten digital.

Ifah selama ini dikenal sebagai model yang pernah menjadi wajah berbagai promosi produk fesyen dan kuliner. Kini, ia ingin memperluas kontribusinya dengan membantu mengenalkan berbagai destinasi wisata lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Namun, banyak destinasi potensial yang masih membutuhkan promosi agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.

“Saya melihat banyak tempat wisata di Jawa Timur yang memiliki panorama indah dan dikelola dengan penuh semangat oleh masyarakat. Potensi ini perlu terus diperkenalkan agar semakin banyak orang tertarik untuk datang berkunjung,” ujarnya, pada Selasa (7/6/2026).

Ia menilai media sosial menjadi sarana yang sangat efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata. Melalui konten kreatif, foto, maupun video yang menarik, informasi mengenai objek wisata dapat menjangkau masyarakat dalam waktu singkat.

“Saya berharap bisa ikut memberikan kontribusi melalui platform digital yang saya miliki. Jika kunjungan wisata meningkat, tentu akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar destinasi,” tambahnya.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari tenaga ahli pariwisata, Dwi Juniarto. Menurutnya, keterlibatan figur publik menjadi salah satu strategi yang efektif untuk memperluas promosi wisata berbasis masyarakat di era digital.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Pokdarwis, pemerintah, pelaku industri pariwisata, media, dan publik figur dapat memperkuat citra destinasi sekaligus meningkatkan daya saing wisata lokal.

“Kehadiran figur publik mampu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap destinasi yang sebelumnya belum banyak dikenal. Jika dikemas dengan promosi yang tepat, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat pengelola wisata,” kata Dwi.

Ia berharap kerja sama semacam ini tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi mampu mendorong peningkatan jumlah wisatawan, memperkuat sektor UMKM, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan wisata.

Dengan dukungan berbagai pihak dan optimalisasi promosi digital, destinasi wisata berbasis masyarakat di Jawa Timur diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi